Saya pernah membaca artikel pada sebuah Tabloid, saya lupa nama tabloidnya, topik bahasan artikel tersebut adalah tentang korelasi antara Akfititas jari-jari tangan kita dengan aktifitas otak. Kesimpulan dari artikel itu yang menarik perhatian saya, bahwa melatih, mengontrol jari-jari tangan kita akan membawa dampak positif terhadap perkembangan otak kita.
Ada beberapa alasan yang diberikan, mengapa jari-jari ada hubungannya dengan akfitas otak. Secara awam dapat kita katakan bahwa jari-jari kita bergerak atas perintah atau kontrol dari syaraf motorik yang ada di otak. Artinya apapun gerakan jari kita yang memerintah itu adalah syarar otak baik itu syarat sadar dan syaraf tak sadar.
Jari merupakan suatu bagian tubuh yang berada pada tangan dan kaki baik yg kiri dan kanan, pada manusia normal jari berjumlah lima dengan contoh urutan pada tangan kanan searah jarum jam bisa disebut: ibu jari atau bisa disebut jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking. Jari terdiri dari beberapa ruas tulang yang diselimuti oleh daging atau otot.
Nah, coba kita rasakan dari kelima jari tangan tersebut tidak semuanya bisa kita kendalikan. Seperti jari manis dan kelingking. Apalagi bagi yang tidak kidal, jari manis dan kelingking terasa lebih lemah daripada jari tangan sebelah kanan.
Bagi yang pernah mencoba memainkan alat musik petik gitar, saya yakin merasakan itu. Apalagi yang pernah memainkan grand piano. Kentara sekali jari-jari kita memang rada susah di kendalikan.
Setiap aktifitas motorik manusia yang membutuhkan tenaga khusus tertentu seperti mengontrol jari kelingking atau manis itu membawa pesan-pesan dalam bentuk impuls ke syaraf pusat bagian motorik kita.
Rangsangan berupa impuls ini akan membangkitkan aktifitas neuron-neuron yang jumlahnya milyaran dalam otak kita. Belum lagi kalau jari-jari ini diperintahkan untuk mengingat dengan cara asosiasi terhadap simbol tertentu, seperti fingering atau menekan senar pada fred sebuah gitar, atau memainkan gitar. Tentu bagi si pemain gitar tersebut, akan mengingat letak jari-jarinya di neck/leher gitar dengan pola tertentu. Selain menggerakkan syaraf motorik juga menggerakkan syaraf pengingat lainnya.
Kegiatan mengetik, juga membutuhkan aktifitas otak yang signifikan, selain mengingat letak urutan simbol abjad pada tut keyboard juga menggerakan dengan tepat jari tertentu.
Banyak sekali aktitas selain kegiatan mengetik, bermain gitar, bermain piano, seperti seorang Dokter bedah mengoperasikan pasiennya yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi, menjahit, menenun, membuat keramik, akan membuat otak kita lebih “pintar” dan sehat.
Singkat kata jangan malaskan jari anda, agar otak kita lebih terasa fresh, tidak mono. Lakukan aktifitas terhadap jari jemari ini.
Jarang online simbah
Kangen saya!
sering sms apa termasuk latihan jari ?
Tulisan anda ini bagus karenan dapat memotivasi apembaca untukk rajin bekerjal dan menulis ataui mengetik sehingga dapat menghasilkan uang dan dapat meningkatkan pendapatan
Berarti orang yg suka copy paste otaknya gak jalan ya boss
chatting latihan jari juga kagak bro?
@khepri, hmmm, setuju boss