Archive for the 'Programming' Category

5 Rumus Wajib Bikin Virus Komputer

Struktur Virus Komputer

Virus pada umumnya mempunyai struktur yang hampir sama, dan dapat dibedakan menjadi beberapa kode, yaitu :
1 Kode penanda virus
Setiap virus pasti mempunyai identitas masing-masing. Bisa dibuat dengan karakter atau jumlah byte tertentu sebagai marker sesuai dengan keinginan si programmer. Contoh, virus A mempunyai penanda X dan virus B mempunyai penanda Y, maka virus-virus itu akan dikenali antivirus sesuai dengan penandanya. Pada virus yang terdahulu seperti Hallo.roro.htt penandanya adalah sebuah file desktop, ini yang mempunyai ukuran 299 byte, atau pada virus w32.redlof.html mempunyai penanda file folder.htt yang ada di tiap folder dengan ukuran 13 Kb.

2. Kode penggandaan virus
Suatu program tidak dapat dikatakan virus, jika tidak dapat menggandakan dirinya sendiri. Contoh, virus hallo.roro.htt menggandakan dirinya sendiri dengan memakai program syssrv.exe. Hasil penggandaan tersebut disimpan dalam file desktop.ini yang berukuran 299 byte dan hallo.roro.htt. Banyak cara atau jurus untuk menggandakan diri yang digunakan oleh virus-virus sekarang.

3. Kode pertahanan dan penyembunyian deteksi
Kode ini diperlukan virus untuk mengecoh antivirus, bisa dengan meng-encrypt file virus tersebut, me-non visibelkan proses pada komputer korban, ataupun menampilkan pesan pengalihan ketika mencoba menjalankan aplikasi antivirus.

4. Kode pemicu
Setipa virus mempuynai program atau kode untuk mengaktifkan program utamanya. Program atau kode ini bisa dipicu dengan bermacam-macam cara, contohnya: Virus diaktifkan ketika kita mengklik atau membuka file tertentu dari wondows explorer. Atau dengan memakai nama file yang sedang populer. Contoh, virus worm annakournikova memakai kode pemicu dengan nama file anna-kournikova.jpg.exe, dengan nama ini orang akan mengira file tersebut adalah .jpg (file gambar), padahal file tersebut adalah file jenis application atau file.exe. Atau virus w32.hllw.pesin, file pemicunya adalah SysTask.exe dengan icon MS-Word. Sehingga orang terkecoh dan mengira bahwa SysTask.exe merupakan file MS-Word.

5. Kode Manipulasi
Kode ini berguna untuk menghapus file, menjalankan aplikasi tertentu untuk mencuri dan mengirimkan data ke sebuah emamil.Batasan manipulasi terserah kepada pembuatnya, karena hal inilah maka virus dikategorikan dalam program yang bersifat merusak.

Dari kode-kode diatas dapat dirangkum menjadi satu, sehingga menjadi sebuah program yang bernama virus.

Tulisan diatas, saya Colong habis-habisan dari berbagai sumber di Internet. Ada yang protes ?? Anggukkan kepala 2 kali jika Anda kesal…..
Silahkan bookmark Alamat Blog saya pada Browser Favorit Anda. Saya akan kupas tuntas tentang Teknik membuat Virus yang sebenarnya.
Stay Tune Guys..
Primadonal, RHCE, MTCTCE

Timer On/Off Pada Mikrotik

Sedang asyik-asyiknya googling ketemu link dari Sdr Mujie, saya senyam senyum juga baca postingan dia, lengkapnya silahkan baca di SINI

Senyum karena pengantar paragraphnya itu. Oke, rencananya saya mau susun juga tulisan tentang penjadwalan di Mikrotik. Seperti Contoh kasus yang diberikan Sdr Mujie, yaitu jika kita bekerja pada suatu Provider Internet atau RT/RW Net yang memberikan layanan akses Internet kepada pelanggan kita, selanjutnya kita ingin menghidup dan mematikan aksesnya pada jam tertentu dengan menggunakan Mikrotik RouterOS.

Ada beberapa cara, salah satunya dengan cara yang dipaparkan oleh Sdr Mujie pada blognya, sementara saya Kopi paste juga, hehehe, biar jelas.

Skrip dari blognya Sdr Mujie.

———————————————oo————————————

Misalnya IP Address pelanggan yang telah kita set dan kita berikan src-nat IP publik (diasumsikan tidak melewati proxy) di Mikrotik adalah : 172.168.1.0/30

1. Login ke Mikrotik OS Anda, lalu ketik :

system script

2. Ketik script untuk mematikan koneksi pelanggan ke arah publik:

add name=”pelanggan-off” \
policy=ftp,read,write,policy,winbox,password \
source={/ip firewall nat set [/ip firewall nat find \
src-address=172.168.1.0/30] disabled=yes}

3. Sedangkan script untuk menghidupkan koneksi pelanggan ke arah publik:

add name=”pelanggan-on” \
policy=ftp,read,write,policy,winbox,password \
source={/ip firewall nat set [/ip firewall nat find \
src-address=172.168.1.0/30] disabled=no}

4. Lalu, langkah terakhir adalah menentukan jam kapan pelanggan harus terkoneksi ke publik (internet) atau mematikan IP publik pelanggan yang telah kita masukan kedalam script tadi. Misalnya kita tentukan jam hidup koneksi pada pukul 09.00-14.30, sedangkan waktu matinya koneksi pada pukul 14.31 – 08.59. Cukup kita panggil nama scriptnya didalam schedule :

.. scheduler

add name=hidup09-1430 start-time=09:00:00 \
interval=1d on-event=pelanggan-on

add name=mati1431-0859 start-time=14:31:00 \
interval=1d on-event=pelanggan-off

———————————————oo————————————

Metode lainnya, secara teori (halah) dapat dilakukan dengan gagasan seperti:

  • Set di Interface Local atau Interface yang digunakan sebagai gateway oleh Client kita, dengan Status ARP nya Reply Only. Selanjutnya IP ARP List kita statiskan. Nah, dengan modus seperti itu hanya client yang terdaftar MAC Address dan IP Addressnyalah yang dapat lewat koneksi Internetnya. Jadi dapat juga dengan membuat script untuk mendisable dan mengenable pada IP ARP List, selanjutnya dibikin skedulnya pada Scheduler.
  • Set pada Queue, apakah itu Queue Simple atau Queue Tree, dengan mengecilkan besar Trafik Packet yang lewat, misalkan diberi saja sebesar 8kb. Sedangkan untuk jam normalnya diset ke besar packet awal. Jadi koneksinya seperti “tercekek”
  • Set di IP Firewall Filter Rules berikan chain Input utk IP address pelanggan tersebut, kalau perlu set port apa saja yang diberikan, selanjutnya berikan Action Drop, kalau ingin lewat lagi trafiknya tentu saja di ACCEPT pada bagian Action. Perhatikan, Mikrotik sepertinya membaca rule secara berurutan dari atas ke bawah, seperti Interpreter lah kalau dalam programming languange. Jadi Rule yang di Drop diatur posisinya dibagian atas dari rule selain Actionnya Drop.

Metode mana yang efektif, sepertinya perlu dicoba juga, hehehe. Silahkan berbasah-basah dulu. Perlu juga sebelum script ini dijalankan secara Live, diuji coba dulu dengan Run Script, dan perhatikan system Clocknya apakah sudah akur. Kadang ada Jam BIOS pada motherboard tertentu yang berprilaku aneh, sering reset kesetingan default jika mendadak Catu Daya Routernya Mati, jika kita memakai PC Router, jadi perlu diperhatikan juga, kalau enggak bakal ngaco nantinya.

Sekian dulu, lagian dah ngantuk. Tulisan ini masih akan diupdate, rencananya juga akan dilampirkan contoh skript tentang kombinasi Timer ON/OFF ini :P

Tautan:

  • http://wiki.mikrotik.com/wiki/Scripts
  • http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/system/scheduler.php

Assembly for Beginner

Bagi yang berminat mempelajari Bahasa Rakitan, saat ini tidak perlu Phobia lagi. Telah tersedia beragam perangkat lunak dalam membantu kita untuk belajar bahasa pemrograman yang terkenal kental Geeky ini. Salah satunya adalah perangkat lunak yang bernama x86 Microprocessor Simulator 5.0.

x86 Microprocessor Simulator 5.0 adalah aplikasi simulator Microprosesor berbasis arsitektur Intel x86. Aplikasi dapat digunakan bagi siapa saja yang berminat untuk mempelajari pemrograman aras rendah/bahasa rakitan atau assembly. Simulator ini berbasis 8 bit chip 8086. Dalam simulator ini akan disimulasikan, secara langkah demi langkah terhadap perintah pada source code, sehingga proses yang terjadi pada Register didalam CPU, serta aliran data yang melewati RAM digambarkan secara gamblang.

Singkatnya simulator ini dirancang seperti kita menggunakan compiler Assembler sebenarnya, perintah CALL, RET, INT, AND IRET juga disediakan pada versi perangkat lunak ini.

Bagi yang punya obsesi terpendam buat merancang program seperti Kontroling Lampu Lalu lintas, Penggerak Motor Stepper pada Robotik, atau Ekstrimnya buat merancang Virus, Shellcode, dengan bantuan resource yang terdapat di Internet serta aplikasi ini, Anda akan dapat mempercepat pemahamannya.

all.jpg

Dijalankan pada Sistem operasi Windows 95/98/NT/2000/XP, untuk Sistem operasi opensource saya belum tahu. More Info Click Here

Download atau Emu8086

Next Page »



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.