Archive for the 'Research' Category

Kekuatan Kalimat Tanya

Baru-baru ini saya membaca sebuah buku yang inspiratif dalam memengaruhi orang lain. Mungkin Anda termasuk orang yang dapat berbicara dengan baik dan lancar namun Anda tidak terlalu pandai memengaruhi. Saya mencatat salah satu teknik mempengaruhi yang mungkin dapat Anda terapkan dalam kehidupan Anda. Sebagai ganjaran karena andal dalam memengaruhi orang, Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Dalam suatu hierarki perusahaan, adalah wajar seorang atasan memberi instruksi pada bawahan. Sebagai bawahan, mereka akan mengikuti apa yang Anda perintahkan. Masalahnya saya sering melihat karyawan melaksanakan perintah tidak dengan hati riang. Ada yang ngedumel dalam hati, ada yang ngomel sambil jalan, atau ada pula yang menumpahkan kekesalan pada temannya sambil makan siang. Berat dan banyaknya tugas yang diemban diobrolin hingga lewat jam istirahat.

Sebagai atasan Anda akan terlihat begitu istimewa bila menginstruksikan atau menyuruh “anak buah” Anda dengan cara bertanya.

“Bu, Senin depan kita akan ada meeting evaluasi penjualan. Kita memerlukan laporan penjualan tiga bulan terakhir dan dibandingkan dengan tahun lalu di bulan yang sama. Dapatkah Ibu mempersiapkannya? Kira-kira ibu perlu berapa lama?”

“Wah, ruangan ini kok banyak sekali sarang laba-laba ya? Susahkan ngebersihannya?”

“Kira-kira mungkinkah kalau sebelum pulang, meja kerja ditinggal dalam keadaan rapi.”

“Bisakah omzet tim kita meningkat pada bulan ini? Upaya apa ya yang perlu kita lakukan?”

Biarkan mereka menjawab. Jawaban dari mereka adalah suatu komitmen dalam diri mereka untuk melaksanakan apa yang dikatakannya.

“Kelihatannya tidak ada masalah dengan laporan bulanan Pak. Dalam dua hari ini rasanya sudah dapat disiapkan.”

“Maaf Pak, saya memang sudah lama tidak mengunjungi ruangan ini, kuncinya sempat hilang. Masalah sarang laba-laba tinggal pakai sapu saja Pak, siang ini juga beres.”

“Setuju Bu, kita rapiin meja sebelum pulang. Kita sosialisasikan saja Bu pada semua staf.”

“Rasanya masih mungkin Bu kita genjot omzet pada bulan ini. Kami akan coba hubungi lagi pelanggan potensial yang sudah lama tidak kita contact. Kita juga akan minta referensi dari pelanggan-pelanggan kita. Rasanya masih mungkin Pak karena waktunya juga masih panjang.”

Jawaban dari mereka adalah komitmen mereka. Anda tidak menyuruh mereka untuk membuat laporan, membersihkan sarang laba-laba, merapikan meja, atau meningkatkan penjualan. Mereka menyuruh diri mereka sendiri. Mereka berkomitmen pada diri mereka sendiri dengan perantaraan kalimat tanya yang Anda lontarkan.

Anda ingin memengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu untuk Anda? Cobalah dengan menggunakan kekuatan kalimat tanya, bukan dengan menyuruhnya.

Bagaimana dengan Anda setelah membaca tulisan diatas, apakah Anda sendiri pernah menerapkannya secara tidak sengaja, atau bahkan Anda sendiri pernah mengalami kejadian dimana orang lain melakukannya kepada Anda, sehingga Anda dapat dipengaruhi oleh orang itu.

Atau Anda mempunyai pengalaman sendiri dalam mempengaruhi orang lain, berikan komentar Anda.

Salam hangat,

primadonal | www.rnd-indonesia.com

Tulisan diatas saya kutip dari buku yang berjudul Psikologi Persuasi karangan Awan Santosa, Penerbit Elex Media Komputindo 2010, dari halaman 112.

5 Rumus Wajib Bikin Virus Komputer

Struktur Virus Komputer

Virus pada umumnya mempunyai struktur yang hampir sama, dan dapat dibedakan menjadi beberapa kode, yaitu :
1 Kode penanda virus
Setiap virus pasti mempunyai identitas masing-masing. Bisa dibuat dengan karakter atau jumlah byte tertentu sebagai marker sesuai dengan keinginan si programmer. Contoh, virus A mempunyai penanda X dan virus B mempunyai penanda Y, maka virus-virus itu akan dikenali antivirus sesuai dengan penandanya. Pada virus yang terdahulu seperti Hallo.roro.htt penandanya adalah sebuah file desktop, ini yang mempunyai ukuran 299 byte, atau pada virus w32.redlof.html mempunyai penanda file folder.htt yang ada di tiap folder dengan ukuran 13 Kb.

2. Kode penggandaan virus
Suatu program tidak dapat dikatakan virus, jika tidak dapat menggandakan dirinya sendiri. Contoh, virus hallo.roro.htt menggandakan dirinya sendiri dengan memakai program syssrv.exe. Hasil penggandaan tersebut disimpan dalam file desktop.ini yang berukuran 299 byte dan hallo.roro.htt. Banyak cara atau jurus untuk menggandakan diri yang digunakan oleh virus-virus sekarang.

3. Kode pertahanan dan penyembunyian deteksi
Kode ini diperlukan virus untuk mengecoh antivirus, bisa dengan meng-encrypt file virus tersebut, me-non visibelkan proses pada komputer korban, ataupun menampilkan pesan pengalihan ketika mencoba menjalankan aplikasi antivirus.

4. Kode pemicu
Setipa virus mempuynai program atau kode untuk mengaktifkan program utamanya. Program atau kode ini bisa dipicu dengan bermacam-macam cara, contohnya: Virus diaktifkan ketika kita mengklik atau membuka file tertentu dari wondows explorer. Atau dengan memakai nama file yang sedang populer. Contoh, virus worm annakournikova memakai kode pemicu dengan nama file anna-kournikova.jpg.exe, dengan nama ini orang akan mengira file tersebut adalah .jpg (file gambar), padahal file tersebut adalah file jenis application atau file.exe. Atau virus w32.hllw.pesin, file pemicunya adalah SysTask.exe dengan icon MS-Word. Sehingga orang terkecoh dan mengira bahwa SysTask.exe merupakan file MS-Word.

5. Kode Manipulasi
Kode ini berguna untuk menghapus file, menjalankan aplikasi tertentu untuk mencuri dan mengirimkan data ke sebuah emamil.Batasan manipulasi terserah kepada pembuatnya, karena hal inilah maka virus dikategorikan dalam program yang bersifat merusak.

Dari kode-kode diatas dapat dirangkum menjadi satu, sehingga menjadi sebuah program yang bernama virus.

Tulisan diatas, saya Colong habis-habisan dari berbagai sumber di Internet. Ada yang protes ?? Anggukkan kepala 2 kali jika Anda kesal…..
Silahkan bookmark Alamat Blog saya pada Browser Favorit Anda. Saya akan kupas tuntas tentang Teknik membuat Virus yang sebenarnya.
Stay Tune Guys..
Primadonal, RHCE, MTCTCE

Waktu

Introduction

Jika kita mempunya komputer desktop dirumah atau notebook, dan telah diinstall sistem operasi baik GUI atau Console based, salah satu fitur pada sistem operasi tersebut adalah penunjuk waktu, biasanya terdapat di pojok bawah sebelah kanan pada sistem operasi GUI based, waktu dikomputer itu didasarkan pada timer di dalam CMOS dengan firmwarenya BIOS, selanjutnya oleh sistem operasi dengan metode khusus mengambil data waktu berdasarkan BIOS ini.

Menarik, jika kita kaji lebih jauh, andaikata seluruh komputer diseluruh dunia dihitung akurasi timer atau clock pada sistem operasi tersebut, apakah menunjuk kan selang waktu yang sama ?.

Begitu juga jam analog atau jam digital, jika diuji kalibrasi seluruh jam yang ada di seluruh dunia, apakah mempunyai interval yang sama ?.

Kita tahu bahwa penunjuk waktu ini sejak di zaman orang masih menggunakan jam matahari, jam pasir sampai teknologi mekanik hingga digital saat ini, telah banyak diandalkan dalam segala bidang kehidupan sehari-hari sebagai data dalam mengolah informasi.

Apakah ada suatu standar khusus dalam menetapkan definisi waktu ini ?. Marilah sejenak kita lihat tentang standar waktu ini, berikut dipaparkan secara ringkas.

Standar Waktu

Dalam fisika banyak kita kenal besaran-besaran, misalkan: massa, kecepatan, gaya dan sebagainya. Besaran-besaran itu harus diukur dengan satuan-satuan yang sesuai.

Ada dua macam sistem satuan yang sering digunakan dala besaran-besaran fisika, yaitu sistem metrik dan sistem inggris. Tetapi dalam hal ini yang akan dibahas hanya sistem metrik saja. Sistem metrik ini secara resmi dipergunakan di Negara Perancis dalam tahun 1866.

Dalam sistem metrik menggunakan besaran-besaran pokok (dasar) seperti panjang, massa, dan waktu. Sistem metrik juga dibagi dalam dua bagian:

o sistem MKS (meter – kilogram – sekon)
o sistem CGS (centimeter – gram – sekon)

MKS (Panjang (m), Massa(kg), Waktu(s)
CGS (Panjang(cm), Massa(gr), Waktu(s)

Dalam sidangnya pada tahun 1969 Conference Generale des Poids et Measures (CGPM) meresmikan suatu sistem satuan yang dikenal sebagai System Internationale d’United, disingkat SI.

Dalam SI ini terdapat tujuh buah besaran pokok berdimensi dan dua buah besaran tambahan tak berdimensi.

Salah satu besaran pokok adalah Waktu.

Penerapan satuan waktu

Ada dua segi dalam pengukuran waktu. Untuk sipil dan untuk beberapa keperluan ilmu pengetahuan dibutuhkan waktu hari, supaya kejadian-kejadian dapat disusun secara berututan. Pada kebanyakan pekerjaan ilmiah yang dibutuhkan adalah lamanya selang waktu (time interval) suatu kejadian berlangsung. Karena itu standar waktu harus dapat menjawab pertanyaan “Kapan hal itu berlangsung ?” dan “Berapa lama kejadiannya ?”.

Kita dapat menggunakan sembarang kejadian yang berulang untuk mengukur waktu. Pengukuran berlangsung dengan menghitung pengulangannya. Kita dapat menggunakan bandul osilasi, sistem pegas massa ataupun kristal kwarsa (quartz).

Dari sekian banyak kejadian yang berulang-ulang dalam alam, perputaran (rotasi) bumi pada porosnya telah digunakan selama berabad-abad sebagai standar waktu untuk menetapkan penjangnya hari. Sebagai standar waktu sipil sampai sekarang masih dipakai definisi satu detik (matahari rata-rata) adalah 1/86400 hari (matahari rata-rata). Waktu yang didasarkan atas rotasi bumi disebut waktu universal (Universal Time – UT).

Perhitungan waktu berdasarkan poros bumi ini dalam sejarah telah digunakan oleh Bangsa Babilonia di tepi perairan babilonia ratusan tahun yang lalu.

Ditanah subur yang diairi sungai Tigris dan Eufrat, sebuah peradaban tumbuh dan melakukan pencatatan gerakan langit selama ribuan tahun. Bangsa Babilonia memiliki sistem bilangan berdasarkan satuan 60 yang memudahkan perhitungan dengan bilang-bilangan besar. Warisan sistem mereka yang masih ada hingga kini, yaitu 60 detik untuk menunjukkan satu menit, dan 360 derajat untuk menunjukkan lingkaran.

Karena 1 hari matahari rata-rata dari satu tahun ke tahun tidak sama, maka standar ini tidak berlaku bagi keperluan penelitian ilmu pengetahuan.

Waktu universal harus diukur berdasarkan pengamatan astronomis yang dilakukan selama beberapa minggu. Karena itu itu kita membutuhkan jam bumi yang baik, yang ditera oleh pengamatan astronomis. Jam kristal kwarsa yang didasarkan atas getaran berkala terus menerus dari kristal dapat dipakai sebagai standar waktu sekunder yang baik, yang terbaik di antaranya dapat mencatat waktu selama setahun dengan penyimpangan maksimum sebesar 0,02 detik.

Salah satu penggunaan waktu standar adalah untuk mengukur frekuensi. Dalam daerah frekuensi radio, perbandingan dengan jam kwarsa dapat dibuat secara elektronik dengan ketelitian sekurang-kurangnya 1 bagian dalam 10^10 (10 pangkat 10) dan ketelitan sebaik itu memang seringkali dibutuhkan. Ketelitian ini kira-kira 100 kali lebih baik daripada ketelitian yang dapat dicapai pada peneraan jam kwarsa oleh pengamatan astronomis. Untuk memenuhi kebutuhan standar waktu yang lebih baik, di beberapa negara telah dikembangkan jam atomik yang menggunakan getaran atomik berskala sebagai standar.

Jam atomik jenis tertentu, yang didasarkan atas frekuensi karakteristik dari isotop Cs^133, telah digunakan di Laboratorium Fisis Nasional, Inggris, sejak tahun 1955.

Telah dilakukan pencatatan pada tahun 1960 yang menunjukkan perubahan (Variasi) laju rotasi bumi, diukur terhadap jam cesium, dalam selang waktu hampir tiga tahun. Ternyata kecepatan putaran bumi pada musim panas besar sedangkan pada musim dingin kecil (di belahan bumi utara) dan menurun secara pasti dari tahun ke tahun.

Maka timbul pertanyaan, bagaimana kita dapat yakin bahwa rotasi bumi-lah yang salah bukan jam cesium ?. Ada dua jawaban.

1. Atom relatif lebih sederhana daripada bumi, sehingga bila ada perbedaan antar kedua standar waktu ini mestinya disebabkan oleh sesuatu yang terjadi dibumi. Misalnya, ada gerakan gesekan antara air dan tanah pada peristiwa pasang menyebabkan perputaran bumi lebih lambat. Gerak musiman angin menimbulkan juga perubahan musimam rotasi. Variasi lain dapat ditimbulkan misalnya oleh pencairan dan pembekuan kembali es di kubub.

2. Sistem tata surya kita juga memiliki penjaga waktu yang lain, seperti misalnya gerakan planet ataupun gerakan bulan-bulan planet. Rotasi bumi bervariasi pula terhadap gerakan-gerakan planet ini.

Dalam tahun 1967, detik yang didasarkan atas jam cesium diterima sebagai standar internasional oleh Konferensi Umum mengenai Berat dan Ukuran ketigabelas. Detik tersebut didefinisikan sebagai 9.192.631.770 kali perioda transisi Cs^133 tertentu. Hal ini meningkatkan ketelitian pengukuran waktu menjadi 1 bagian dalam 10^12, lebih baik sekitar 10^3 kali daripada ketelitian dengan metode astronomis. Jika dua buah jam cesium dijalankan dengan ketelitian ini dan misalkan tidak ada sumber kesalahan yang lain, maka perbedaan kedua jam tersebut tidak akan lebih dari satu detik setelah 6000 tahun. Kemungkinan jam atomik yang lebih baik masih sedang diselidiki.

Standar waktu untuk tempat-tempat yang jauh dapat disediakan melalui pemancar radio. Contoh stasion pemancar untuk ini adalah WWV di Colorado dan WWVH di Hawaii, keduanya dijalankan di Lembaga Standar Nasional, dipancarkan pada frekuensi 2,5;5;10;20 dan 25 x 10^6 Hz. Kestabilannya dibandingkan dengan jam cesium adalah 1 bagian dalam 10^11. Satu hertz (disingkat Hz) adalah 1 cycle/s. Setiap selang 5 menit, WWV memancarkan nada tepat 440Hz (nada A dalam musik) dan 600Hz secara bergantian. Sepuluh kali dalam tiap jam dipancarkan tanda waktu dengan menggunakan sistem pengkodean biner (binary digit). Dua stasiun yang lain, WWVB dan WWVL, keduanya di Fort Collins, Colorado, menyiarkan standar waktu dengan ketelitian yang lebih tinggi untuk kepentingan-kepentingan khusus.

Kesimpulan

Ternyata ada beberapa standar waktu, yaitu berdasarkan rotasi bumi pada porosnya, serta perioda transisi atom Cesium, perioda Quartz, serta frekuensi radio. Waktu yang diukur berdasarkan rotasi bumi ternyata memiliki nilai akurasi lebih kecil dari nilai perioda transisi atom Cesium.

Semua Ilmu dan pengetahuan berkembang saat ini didasarkan pada metode Ilmiah yang terikat pada satuan waktu ini.

Keakuratan pendefinisian standar waktu ini sangat penting, bila diterapkan pada teknologi time sharing, real time, skeduling, sinkronisasi pada sistem operasi komputer.

PS: Tulisan ini hanya iseng ajah.

Referensi

  • Kamajaya, Drs., Ir. Suardhana Linggih, “Penuntun Pelajaran Fisika untuk SMA”, Ganeca Exact Bandung, 1987
  • Halliday, David., Robert Resnick, “Physics, 3rd Edition”, PT. Gelora Aksara Pratama, 1995
  • Rankin, William, “Newton for Beginners”, Mizan, 2000


Next Page »



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.