Jika ada salah satu gitaris yang gayanya mempengaruhi jutaan gitaris di seluruh dunia, ada salah satu nama, yaitu Eddie Van Halen. Pasalnya, gitaris kelahiran Belanda (26 Januari 1955, ayah Belanda dan ibu Indonesia) ini membuat terobosan sendiri dengan permainannya dan gitar yang digunakannya. Suatu hal yang membuat panggung musik rock terkagum-kagum oleh aksi gitaris kelompok Van Halen ini. Kalau kamu gitaris, tentu nama Eddie Van Halen bukan hal yang asing lagi. Gitaris yang bernama asli Edward Ladewijk Van Halen ini oleh sebuah majalah gitar (Gitar World) di Amerika dijuluki sebagai gitaris yang gayanya paling banyak ditiru. Eddie Van Halen sendiri adalah penemu teknik permainan dua tangan seperti Hammer-on dan Two-handed tapping. Dimana teknik ini seperti sebuah keharusan atau andalan yang wajib dimiliki oleh gitaris rock dari era 80-an hingga sekarang. Dengan memainkan gaya kayak gini, seorang gitaris seakan tampak gagah. Jika kamu juga menggunakan gaya seperti ini, tentunya kamu juga harus berterimakasih dengan gitaris yang sekarang sudah tidak tampil gondrong lagi.
Suka Musik dari Kecil
Eddie sudah suka musik sejak kecil, apalagi Alex Van Halen saudaranya juga mempunyai ketertarikan yang sama. Dimulai dengan les piano klasik dan alat musik lain, kedua saudara ini mulai serius terjun ke dunia musik. Eddie sendiri akhirnya memilih gitar karena terinspirasi oleh permainan gitaris top seperti Eric Clapton atau Jimmy Page (Led Zeppelin), sedangkan Alex memilih instrumen drum. Awal 70-an mereka membentuk band dengan Michael Anthony (bass) dan David Lee Roth (vokal) dengan nama Mamoth, dan kemudian merubah nama band-nya menjadi Van Halen. Dengan band inilah nama Eddie sebagai gitaris handal semakin dikenal (terutama teknik permainannya yang khas). Seiring popularitas yang kian menanjak band ini juga mendulang sukses saat menggelar tour, dimana tiket konsernya selalu terjual habis alias sold-out. Lagu-lagu seperti ‘Jum’, “Panama’, atau ‘All wait’ menjadi lagu-lagu legendaris yang masih tetap diperdengarkan hingga kini. Kesuksesan penjualan album-album mereka saja sampai diganjar penghargaan multi platinum. Pada masa itulah, Eddie Van Halen semakin menyempurnakan teknik permainan cepat yang memukau, mulai dari teknik two-handed tapping, hammers-on, sampai pull-offs. Sebuah teknik permainan yang merubah panggung musik rock saat itu.
Gak Puas dengan Gitar Standard
Hal lain yang cukup mengagumkan dari gitaris ini adalah gitar kreasinya. Eddie tidak cukup puas dengan gitar yang ada. Untuk itu merancang gitar sendiri yang bernama ‘Frankenstrat’, dari hasil modifikasi secara total gitar Chavel Stratocaster miliknya. Neck gitar itu diganti, begitu juga pickup asli diganti dengan pickup yang lebih tebal (Humbucking) milik gitar Gibson ES-335. Koil pickups-nya digulung ulang dan direndam dalam parafin, supaya tidak mudah terjadi feedback kalau main dengan efek distorsi. Untuk memasangnya, Eddie memperlebar lubang pickup pada body gitarnya. Selanjutnya ditambah pula Tremolo Bridge yang dicabutnya dari gitar Fender, dan agar tidak goyang saat dimainkan, dibawahnya diselipi dengan koin 25 sen dibawahnya.
Gitarnya-pun dicat warna merah, dengan garis-garis putih yang tidak beraturan. Gitar dengan cat seperti ini akhirnya menjadi trade mark gitaris yang juga jago main piano ini. Dengan gitar kreasinya ini, ternyata Eddie tidak hanya bisa memunculkan suara lengkingan yang jernih atau kasar, Eddie-pun bisa memunculkan suara-suara hewan, mesih bahkan seperti suara orang ngomong. Tentunya diperlukan bakat yang istimewa untuk bisa mengkreasikan senjata andalannya secara maksimal dan unik semacam ini. Berawal dari itulah nama Eddie Van Halen mencuat menjadi salah satu legenda dan gitaris yang paling dihormati. Kreatifitas, rasa ingin tahu yang tinggi dan berlatih menjadi kunci sukses-nya.

Recent Comments